Luka itu masih menganga,masih terasa goresan belati tepat di nadi.
Kisah kemarin menyimpan duka, cerita keji penindasan tak bernurani.
sisa sisa air mata masih menggenang,sesak hati masih menjerit.
Deru-menderu badai kekerasan memporak-poranda jingga semangat.
April bersaksi angin mencekam robek lembar protes.
Mati mengerang dalam penindasan,kaku terbungkam jiwa terluka.
Kami mengenang kau berkisah,terjatuh dan merapuh.
Kami disini kawan melanjutkan perjuangan.
Akan kuteriakkan semangat perubahan bukan anarkiasme.
Akan kuperdengarkan pada dunia tak ada lagi. kesewenangan.
Kubusungkan dada melawan penindasan.
Hidup Mahaasiaswa !!!
In memoriam "April Makassar Berdarah" 24 april 2011
kutitipkan luka itu...
BalasHapussembuhkan dan tunjukkan semangat perubahan..
BalasHapus