Laman

Kamis, 30 Juni 2011

dg lotong

disiang yang sedikit menyengat rinduku pada senja sejuk
kududuk membaca rasa yang tersekap jarak dan waktu
ketika menatap jingga yang jatuh tepat dititik matamu
hal ini semu dan kau semakin membayang
kutatap langit siang ini bergelombang seperti gelora kerinduan yang mencekik
kemarin kau telah tepat dihadapanku menjadi nyata
menyibak rindu yang kunikmati saat kau menjadi semu
rindu ini membuncah...

Kamis, 23 Juni 2011

serigala

dalam perjalanan sang serigala terus manancapkan taringnya
sepertinya aku tak boleh lengah sedikitpun
aku tak boleh sedikitpun merasakan kantuk
sedikit saja aku akan tertusuk dan mungkin akan "koma" dipembaringan
dan mungkin saja aku mati 
di depan sana masih banyak serigala bertopeng yang menunggu dengan lapar
mungkin saja ia melebatkan bulu hingga lembut
dagingku terlalu nikmat untuk dikunyahnya berancang-ancang menerkamku
bukan saja taring namun ucapan pun mungkin menjadi duri
kapan saja bisa tertancap di bola mata dan aku mengerang dalam peluh
berhati-hati dan menelaah jalan dengan mawas diri adalah satu-satunya jalan
menuju titik puncak dimana taring serigala dan duri tak ada habisnya

koma

dilebat jenggotmu ku gantungkan sekelebat asa
kutanam rawa di sisi malam tempat aku merindu
kau begitu lembutnya menggenggam kelamku
bias bulan itu jatuh tepat di bola mata
terlanjur basah jatuh dikubangan rasa
ubun-ubun tertancap belati pun
aku membutakan mata
terlalu cepat kau mencangkul tanah masih berlumpur
hingga puisi ku candukan getir sedikit pahit
kau masih besemayam menyulam risau
sampai belati berkarat dan luka bernanah
sempat kritis terkulai disudut malam
tapi kemarin aku telah sadar dari koma
dan hari ini aku lupa ingatan tentang kau dan sembilu
"lupa dalam koma"