dilebat jenggotmu ku gantungkan sekelebat asa
kutanam rawa di sisi malam tempat aku merindu
kau begitu lembutnya menggenggam kelamku
bias bulan itu jatuh tepat di bola mata
terlanjur basah jatuh dikubangan rasa
ubun-ubun tertancap belati pun
aku membutakan mata
terlalu cepat kau mencangkul tanah masih berlumpur
hingga puisi ku candukan getir sedikit pahit
kau masih besemayam menyulam risau
sampai belati berkarat dan luka bernanah
sempat kritis terkulai disudut malam
tapi kemarin aku telah sadar dari koma
dan hari ini aku lupa ingatan tentang kau dan sembilu
"lupa dalam koma"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar