Hari itu tanggal 21 februari 2011 tepat pukul 10.30 adalah pelepasan kami mahasiswa fakultas kesehatan masyarakat UMI. Kami akan mengikuti kegiatan wajib fakultas yaitu praktek belajar lapangan selama 2 minggu di dusun bonto mangape kelurahan tumampua kecamatan pangkajene kabupaten pangkep. Saya dan 7 orang teman saya bernama, dani, Julia,imha,fatmah, widi,taufik dan nirwan ditempatkan di RW 5 atau dusun bonto mangape.Setelah pelepasan kami bersiap-siap untuk berangkat menggunakan kendaraan yang telah disiapkan oleh fakultas. Setelah waktunya berangkat kami berangkat bersama-sama dan tiba dilokasi pukul 14.00 . kami langsung ke kantor kelurahan dan melaporkan kedatangan kami. Setelah laporan diterima kami langsung diantarkan oleh ketua RK ketempat yang akan kami tinggali selama disana.
Tiba dirumah yang akan kami tinggali kami langsung menemui tuan rumah dan memperkenalkan diri. Kami tinggal dirumah warga yang bernama unda gassing.unda gassing tinggal dirumah itu hanya berdua dengan istrinya karena anak-anak mereka telah menikah semua dan memiliki rumah sendiri.mereka menerima kami dengan sangat ramah.
Unda berkata “kami senang kalian ada disini karena rumah kami kembali ramai dengan adanya 6 bidadari dan 2 malaikat kecil.”
“Anggaplah rumah ini rumah kalian dan kami sebagai orang tua kalian.”
“Meskipun rumah kami tak sebagus yang kalian bayangngkan.”tambah ibu.
“ahh,, kami senang bu.. terima kasih telah menerima kami” jawabku.
Kami sangat senang berada dirumah itu suasana kekeluargaan yang sangat kental menjadikan kami betah tinggal disana.Setelah berkenalan kami pun meletakkan barang dan beristirahat sejenak.setelah beristirahat sore harinya tepat pukul 16.30 kami mulai kegiatan pertama yaitu survey lapangan dengan meninjau rumah-rumah warga dan membuat maping.Malam harinya kami membuat jadwal dan absensi untuk dua minggu ini dan mempersiapkan untuk kegiatan sosialisasi kepada masyarakat keesokan harinya.
Keesokan harinya tanggal 22 februari tepat setelah shalat ashar kami didampingi kepala kelurahan melakukan sosialisai kepada warga dan berharap warga dapat bekerja sama dengan kegiatan yang kami lakukan. Setelah sosialisasi kami memulai pendataan kepada masyarakat dan memulai dengan 2 kuisioner kepala keluarga.kami membagi kelompok pendataan kami agar pendataan dapat berjalan secara maksimal. Kegiatan pendataan kami lakukan selama 5 hari dengan target pendataan 10 KK setiap harinya dan kegiatan penginputan kami lakukan pada malam hari setelah pendataan.kami mendata kepala keluarga sebanyak 146 KK .
Kegiatan pendataan kamipun selesai. Beberapa hari kedepan kami akan menyelesaikan penginputan data dan melanjutkan kegiatan selanjutnya .kegiatan selanjutnya adalah mengadakan kegiatan dimasyarakat. Kegiatan pertama kami pada sabtu,26 februari 2011 yaitu membersihkan mesjid agung kelurahan bersama warga dusun dan teman-teman yang tersebar di beberapa dusun dikelurahan tumampua. Hari itu kegiatan kami hanya membersihkan mesjid dan melanjutkan penginputan data. Beberapa hari ini kabupaten pangkep diguyur hujan yang tak hentinya.sampai akhirnya beberapa kelurahan dipangkep dilanda banjir begitu pula dikelurahan saya tinggal. Beberapa hari ini kami hanya tinggal dirumah menyelesaikan penginputan data dan menunggu banjir surut.
hari minggu 27 februari 2011 banjirpun surut hari ini adalah tepat seminggu kami berada disana. Penginputan selesai dan kami melanjutkan kegiatan berikutnya yaitu membersihkan mesjid di dusun kami yang baru saja di renovasi. Bersama warga kami membersihkan mesjid dan para ibu-ibu menyuguhkan kami cemilan setelah membersihkan mesjid. Setelah membersihkan mesjid ketua panitia perayaan maulid nabi Muhammad SAW yang akan di adakan tanggal 5 besok mengundang kami secara langsung untu kberpartisipasi dalam perayaan. Kami senang karena kami berada disana bertepatan dengan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW.
Betapa kagetnya kami ketika hari rabu 02 maret 2011 pukul 22.35 ketika salah satu teman saya yang bernama imha membuka file inputan kami dan melihat file itu kosong ternyata data kami hilang entah termakan virus atau kami lupa untuk menyimpan dokumen itu. Kamipun mencoba mencari mungkin saja file kami pindah kefolder yang lain tapi memang ternyata file kami hilang. Kami memutuskan untuk mengerjakannya besok pagi karena malam itu sudah terlalu larut dan kami kelelahan.Kami terpaksa bekerja kembali mengulang penginputan data kuisioner kami hingga malam pukul 23.45 data kami telah selesai di input dan menyelesaikan mengerjakan outputnya. Kami sangat berhati-hati agar file kami tidak hilang lagi mengingat seminar kelurahan sudah didepan mata.
Keesokan harinya tanggal 03 maret 2011 kami bersama dengan teman-teman satu kelurahan bergotong mengecat dan membersihkan posyandu kelurahan agar layak digunakan .karena keadaan posyandu sangat memprihatinkan bahkan tak layak pakai.setelah membersihkan posyandu kami kembali kerumah untuk membuat materi yang akan kami tampilkan diseminar kelurahan nanti .seskali unda gassing naik kerumah untuk memperhatikan kami yang sedang mengerjakan tugas-tugas PBL ini.
Tanggal 04 maret sore itu kami kemesjid untuk membantu panitia perayaan mauled seperti mengatur telur-telur maulid dan sembako yang akan dibagikan kepada para kaum duafa di dusun itu.
Keesokan tanggal 05 maret 2011 hari ini adalah hari diamana kami akan mempresentasekan hasil pendataan kami didepan tokoh-tokoh masyarakat dikantor kelurahan. Teman saya yang bernama widi yang akan menjelaskan materinya. Setelah seminar sukses kami pun pulang karena akan menghadiri perayaan maulid di mesjid dusun kami. Mesjid nurul hikmah hari itu sangat ramai dipenuhi dengan masyarakat yang berbondong-bondong datang mendengarkan ceramah dari seorang udstad yang cukup terkenal dipangkep. Kami sangat antusias mendokumentasikan perayaan maulid itu. Setelah ceramah kami bersama panitia membagikan sembako dan telur yang sudah kami kemas kepada orang-orangyang layak menerimanya. Kegiatan maulid berlangsung hikmat dan sukses.
Sore harinya setelah maulid kami menyempatkan diri untuk berjalan-jalan mengelilingi kota pangkep sebelum kami kembali ke Makassar. di kabupaten ini taman musafir adalah salah satu tempat favorit anak muda disini. Kami berfoto-foto untuk dijadikan kenang-kenangan.setelah ketaman musafir kami pergi ketugu bamboo runcing dan menikmati malam disana ditepi sungai yang membentang di kabupaten itu.
Malam harinya kami sudah tidak sabar karena esok kami akan pulang karena kegiatan telah selesai.tapi ada sedikit kesedihan dilubuk hati kami ketika membayangkan kami akan sangat merindukan tempat itu,kebersamaan dengan keluarga baru kami .kami akan sangat merindukan unda dan ibu yang senantiasa membantu kami selama disana dan hanya ucapan terima kasih yang mampu kami berikan., merindukan perbincangan hangat kami setiap harinya.merindukan kebersamaan kami ketika dimeja makan. Merindukan candaan-candaan teman-teman ketika mengerjakan kuisioner. Merindukan segalnya tentang PBL 1 kali ini.
Keesokan harinya tepat tanggal 06 maret 2011 pukul 13.25 kami berpamitan dengan unda dan ibu. Seketika air mata saya jatuh tak tertahankan melihat raut wajah yang telah termakan usia tersenyum kearahku dan mngucapkan beberapa pesan kepadas kami untuk tidak melupakan mereka.
Unda berkata”jalan-jalanlah kemari jika ada kesempatan kami akan merindukan kalian para bidadari dan malaikat kecilku.”
“kuliah baik-baik dan jaga shalat kalian.”
Air mataku tak mampu kubendung dan memeluk ibu .” ibu dan unda jaga kesehatan, kalau ada waktu kami pasti berkunjung kesini.”
“terima kasih banyak atas semuanya selama ini.”
“Maafkan kami telah merepotkan unda dan ibu selama disini.”
“ah…tidak apa-apa kami senang kalian disini meramaikan rumah kami yang sepi.”jawab ibu.
“unda ,ibu ini ada sedikit kenang-kenangan mohon diterima.” Julia menyodorkan biingkisan itu.
“kenapa harus repot-repot nak.” Sahut unda.
“itu hanya sesuatu sederhana unda tidak merepotkan kami.”jawab taufik.
Unda dan ibu tersenyum dalam haru dan Akhirnya kami berpamitan karena kendaraan yang akan mengantarkan kami kemakassar telah datang menjemput kami. Sebelum berangkat kami pergi kerumah kepala RK untuk berpamitan dan kami pun berangkat meninggalkan kabupaten pangkep.
Banyak hal menarik yang kami alalmi dan kami dapatkan selama disana seperti ketika kami datang kerumah seorang nenek untuk mengambil data kami dia sangka seorang peminta sumbangan sehingga kami tidak dipersilahkan masuk untuk mendata bahkan kami di usir. Ada juga yang mengira kami adalah dokter dan meminta berkonsultasi dan meminta kami mengobati anaknya yang sedang sakit. Ada juga yang mengira kalau kami ini mendata dan akan membagikan sedekah karena daerah yang kami data masih dalam keadaan ekonomi bawah bahkan ada yang memprihatinkan. Kami pun menjelaskan maksud kedatangan kami yang hanya datang untuk mendata dan sebagai bahan perkuliahan kami.
Selain pengalaman menarik dan lucu kami juga banyak mendapatkan pelajaran dari kehidupan warga didusun ini. Seperti sikap kekeluargaan yang sangat kental dan saling bergotong royong dalam segala hal untuk memajukan dusun mereka. Tidak sedikit pula warga yang menerima kami dengan sikap ramah bahkan menyuguhkan kami penganan sambil mewawancarai mereka.kami sangat nyaman berada di dusun itu selama 2 minggu. Tapi masih ada beberapa keluarga yg kehidupannya sangat memprihatinkan. Kami tersentuh dengan cerita mereka yang merasa tidak berkecukupan bahkan kadang dalam sehari mereka tidak makan karena upah dari pekerjaan mereka tidak cukup meskipun mereka telah bekerja keras. Keadaan itu sangat menyesakkan hati kami jika mengingat bahwa mereka memilik anak-anak yang harus dipenuhi kebutuhan gizi dan pendidikannya.
. saya juga menaruh simpati pada seorang nenek berumur 75 tahun yang hidup sendiri disebuah rumah kayu berukuran 5x4 dengan keadaan rumah yang sudah tidak layak huni karena sepertinya sudah rapuh. Si nenek bernama nenek syamsiah dia hidup tanpa pekerjaan karena usia telah mengikis kekuatannya untuk bekerja. Nenek syamsiah juga memiliki penyakit yaitu penyakit rematik yang membuat ia susah untuk melakukan pekerjaan.Tubuhnya telah renta dan keriput menggerogoti tubuhnya. Ia tidak mampu lagi bekerja .nenek syamsiah hidup sebatang kara karena tidak menikah dan tidak memiliki anak. Ia hanya mengandalkan sedekah dari orang yang berbaik hati memberikannya sedikit rezki mereka. Keadaan ini membuat saya miris dan simpati kepada nenek syamsiah. Meskipun dia dalam keadaan memprihatinkan dia tidak pernah melupakan tuhannya yaitu ALLAH SWT dan selalu bersyukur kepadaNya. Hari itu nenek syamsiah menerima kami dengan senyuman khas seorang nenek dengan tubuh yang bungkuk dan dengan ramah menjawab pertanyaan pendataan kami.Hal ini mengetuk pintu hati saya bahwa kita sebagai manusia dengan kehidupan berkecukupan harus selalu bersyukur dengan segala kecukupan yang tuhan berikan kepada kita . bahwa ternyata banyak diluar sana orang-orang yang masih hidup dalam penderitaan namun masih bisa tersenyum menjalani hidupnya.
_SartikaFathirRahman_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar