Laman

Jumat, 01 April 2011

Cerpen "meluruh asa dalam derai"


Disudut ruang remang  itu ia terkulai  menikmati setiap isapan sabu bersama kenangan –kenangan masa lalunya.kenangan indah sebelum kelam malam-malam menggerogoti hidupnya.seperti melayang nikmat yang tiada tara sebelum kehancuran itu kembali menguasai hati dan fikirannya. Desahnya,sekan kenangan indah itu tak akan ada lagi dan kelam benar-benar meresap kedalam nadi-nadi yang semakin menganga.ia menyadari semua tak akan kembali seperti dulu ketika keegoisan yang merajai dalam hati kedua orang tuanya.malam itu adalah puncak dari segala amarah yang selama ini tersembunyi.tanpa ia sadari ini adalah isapan terakhirnya.
Dulu ketika kehidupannya masih baik-baik saja dalam segala kecukupan yang diberikan oleh orang tua yang pekerja keras .menjadi seorang putri tunggal dengan segala keinginan yang selalu terpenuhi oleh kedua orang tuanya. kinan seorang gadis remaja berusia 17 tahun dengan senyuman khas penuh keceriaan .menikmati hari-hari bersama sahabat-sahabat yang menyayanginya tanpa sedikitpun beban-beban pahitnya kehidupan bagi orang-orang yang tidak berkecukupan.
Namun seketika keegoisan menjadi suatu yang semakin meresap disetiap nadi kedua orang tuanya.aura amarah semakin mencekam di rumah yang dulu penuh kehangatan.dalam belia masih ada asa yg tergenggam waktu.seketika luruh bersama kisah perceraian orang tua. Seketika senyum khas keceriaan itu berubah menjadi sekuntum mawar layu dalam vas bunga bertahta emas.
“nak, ayah dan ibu akan bercerai”
Malam itu seketika bagai gelegar kilat yang saling beradu.
“mungkin inilah jalan terbaik untuk kita semua.”
“ayah dan ibu tidak punya pilihan lagi,kami sudah tidak bias bersama lagi.”
Ayah dan ibu berharap kamu dapat mengerti dan memahami semua ini.”
Kinan masih saja terdiam menahan bulir-bulir Kristal yang sedari tadi sudah memaksa untuk berderai.
“ayah dan ibu jahat.”
Kinan berlari memasuki kamar dan tersudut bersama derai-derai air mata yg hamper habis tertumpah bersama sakit hati yg ia rasa.kinan tidak dapat menerima perpisahan kedua orang tuanya. Begitu menyayat hati kehangatan keluarga selama ini hanya akan menjadi sisa-sisa kenangan sia-sia. Kinan menangis sejadi-jadinya menumpahkan segala kekesalannya.namun semua itu hanya sesaat.kinan tidak mampu menahan dan menyimpan kesedihannya sendiri.semakin hari semakin berubah perilakunya.tak ada lagi keceriaan dan semangat yang berkobar selayaknya gadis remaja.kebencian semakin merasuk fikir dan hatinya .sepertinya kehangantan dan kasih sayang kinan telah kering bersama tetes-tetes air mata yang berderai.hanya kekecewaan dan amarah dalam setiap tatapannya.
Kinan menjadi liar dan kehidupannya seketika hancur berantakan.sebenarnya kehidupan kinan telah hancur ketika kata cerai terucap dari bibir kedua orng tuanya.perceraian sudah memasuki beberapa sidang. kinan semakin frustasi dan akhirnya ia terjerumus kedalam lembah hitam dunia malam . dan akhirnya kinan menjadi buta akan hal-hal buruk.ia mecoba menggunakan shabu-shabu pemberian seorang bandar. Kinan menjadi ketergantungan dan semakin hari semakin liar saja. Sampai pada suatu malam kinan meneguk beberapa botol alcohol dan mengisap shabu-shabu untuk melupakan masalahnya.mungkin saja semua kepahitan itu akan hilang setelah sadar.
“ahhhh,,tidak ada yang mengerti dengan perasaanku.”
“kalian hanya mementingkan diri sendiri.”
“brengseeeeeekkk.”
Dengan keadaan mabuk kinan meluapkan kekesalannya.
malam itu menjadi puncak amarahnya ketika kedua orang tuanya resmi bercerai. Ia kembali mengisap shabu-shabu Namun shabu-shabu yang ia isap sangat berlebihan dan akhirnya kinan overdosis. kinan ditemukan pembantunya dan membawa kinan kerumah sakit.
Kedua orang tua kinan begitu kaget ketika mengetahui keadaan anaknya yang begitu frustasi akan perceraian mereka.akhirnya dengan penuh penyesalan vaka segala keegoisan mereka selama ini  mereka pun meminta maaf kepada kinan dan kembali bersatu  untuk membantu kinan dalam proses rehabilitasinya.

1 komentar: