Laman

Jumat, 08 Juli 2011

Dan Kenyataannya

Aku masih mengecap asam manis kerinduan yang memerah
Kau masih kubaca dalam igau tidur yang tak nyata
Aku masih memiliki ego yang mungkin masih kuat
Masih kutulis namamu dalam lembar fana
Masih kau memutar memori-memori jingga
Disana dibukit seribu malam masih kudengar longlongan serigala malam
Dan kenyataannya masih kusemai bibit cinta dalam ranah
Meski duri semakin terinjak
Meski Ranting tajam tertnancap di ubun-ubun
Meski duka getir pertautan kau dan senjamu
meski tiada aksara tuk kuselami
aku masih mencintai duka yang tertanam dibola mata
belum mau aku menguburmu dalam telapak tangan
sebab, belum kutemukan cara mencintai tanpa harus memilikimu.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar