segelintir kisah saja dari beribu cerita....
kisah kemarin.... didepan masih akan ada beribu kisah..
Taman segitiga di tepian kota Makassar ini. Ingatkah kau tentang tempat ini? Tempat ini menyimpan kisah, beribu kisah tentang kau bulan dan aku matahari. Sore ini aku duduk sendiri sedikit bernostalgia dengan manisnya kisah itu. Di kursi taman ini terurai segudang cerita kau dan aku. Teringat cerita pertemuan kita yang berawal dari sebuah ketidak sengajaan yang merengkuh dua tahun perjalanan panah cinta itu. Padahal kau adalah malam dan aku adalah senja yang tak akan pernah bersatu dalam kehidupan. Saat itu aku menyadari aku bagai pungguk merindukan bulan. Seperti cerita minyak dan air yang tak pernah bisa bersatu dalam sebuah bejana yang kunamai kehidupan. Karena aku menyadari itu semua sebuah kesalahan. Namun kau meyakinkan cinta yang sedikit telah kutanam ditengah rimba ego yang kumiliki.
kisah kemarin.... didepan masih akan ada beribu kisah..
Taman segitiga di tepian kota Makassar ini. Ingatkah kau tentang tempat ini? Tempat ini menyimpan kisah, beribu kisah tentang kau bulan dan aku matahari. Sore ini aku duduk sendiri sedikit bernostalgia dengan manisnya kisah itu. Di kursi taman ini terurai segudang cerita kau dan aku. Teringat cerita pertemuan kita yang berawal dari sebuah ketidak sengajaan yang merengkuh dua tahun perjalanan panah cinta itu. Padahal kau adalah malam dan aku adalah senja yang tak akan pernah bersatu dalam kehidupan. Saat itu aku menyadari aku bagai pungguk merindukan bulan. Seperti cerita minyak dan air yang tak pernah bisa bersatu dalam sebuah bejana yang kunamai kehidupan. Karena aku menyadari itu semua sebuah kesalahan. Namun kau meyakinkan cinta yang sedikit telah kutanam ditengah rimba ego yang kumiliki.
Ditaman ini kuberjalan melusuri semua kenangan tetang kasih yang kupaggut denganmu.manis…dalam semua kepura-puraanku sebagai seorang wanita yang menginginkan sebuah kejelasan. Tak pernah kuinginkan sebuah kisah yang menggantung. Begitu lembutnya kau mengusap mawar yang tangkainya habis terbakar. Agar aku tak merasakan perihnya. Kisah ini masih manis dalam kelembutanmu merengkuh dan memelukku. Dipelukanmu kurasakan ketenangan dan kedamaian serta rasa aman akan serigala malam yang senantiasa menerkan kerapuhanku. Memupuk setiap rasa bersalah yang mengakar diotakku dan membara dibola mataku. Berkisah bersamamu mengajarkan banyak hal kepadaku. Tetang cinta,kasih sayang, penghargaan, kesabaran dan bahkan aku mengerti tentang makna duri yang menusuk tepat dibola mataku. Dua tahun ku kecap manisnya cintamu yang ku yakin begitu tulus padaku.
Kuterpaku menatap tugu taman itu. Sejenak aku terhenti dan mengingat memori yang masih sangat tajam tertanam di otakku. Ditempat ini kau menyatakan cintamu berulang kali bahkan tak mampu kuhitung. Dalam mataku yang masih basah akan memori kulihat setitik bayangmu berdiri dihadapanku dan memelukku hangat. Aku merindukanmu !! sebuah kejujuran yang sangat tak ingin kuucapkan kepadamu. Kau melepaskan pelukanmu dan melangkah pergi tanpa berucap sepatah katapun. Kucoba meraihmu namun ternyata kau semu dan menghilang. Terbang bersama kunang-kunang yang menerangimu melebihi aku dia seorang anisa(perempuan). Seketika kau tak dapat kumaknai. Tak kutemukan disampingku dan aku terkulai dalam fanaku.
Ditaman ini akhirnya aku sendiri menerawang rasa yang dua tahun lalu bahkan hingga hari ini tak pernah berubah meski kau tak duduk disampingku lagi. Indah kukenang dalam memori rasaku dan tak ingin kuhapus meski air mata membasah di mata disetiap teringat kisah itu. Cukup kusimpan dalam kotak jingga dalam senja yang kumaknai dirimu. Kutitip rasa ini disisi paling sunyi hatiku. Kutitip kerinduanku ditaman ini jadi ketika kerinduanku membuncah cukup aku menelusuri taman cinta kita.Aku Mengusap genangan-genangan air mata tersisa dikelopak mataku, tersenyum dan bangkit dalam kebahagiaan baru yang akan kurengkuh esok hari. sekali lagi menyusuri taman ini dan aku ingin pulang karena rinduku telah terlampiaskan pada bayangmu disetiap sudut taman ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar