sejak kau menjadi amarah kusuguhkan secangkir teh hangat pelepas peluhmu
sedikit harap-harap cemas kau akan suka dengan manisnya yang menururtku pas
dan kutawarkan kau menetap di ruang kosong sebelah jantungku
mengisi setiap sisi dan ku padamkan amarahmu dengan segurat senyum.
Sebab aku tak mau keriput menghiasi wajahmu terlalu dini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar