aku tercekik rasa ingin yang kuat terhadapmu
ingin menjadi seorang yang mampu meramu kata demi kata dalam sajak ilalang
tanpa aku lelah tuk berfikir karena bukan itu akarnya
bukan fikiran yang menopang dengan kokoh
namun imaji yang liar meracau
melayang dan terbang dalam imaji
sampai aku mampu menulismu menjadi bait demi bait sajak sang penyair
dalam isyarat yang kubaca tentang wajahmu dalam kertas
meskipun ia si sepi kadang duduk disampingku merangkul tepian bahuku
tapi kekuatan itu tetap meranggas di ubun-ubunku menelusup masuk dipori-pori
dan masih kutempatkan kau tepat disebelah jantungku
sampai benar-benar aku mampu menciptakan sajak kau dan aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar