Laman

Sabtu, 19 November 2011

sudut mata

tatkala lafaz itu menggema aku telah sampai diujung malam
suara semakin parau dalam surau tak bergurau
titik embun semakin basah bersama jingga sebentar lg merona
belum juga kusandarkan lelap dipembaringan lelah
aku hanya saja masih pada kepedihan yg meracau
di bilik jantung memacu terlalu cepat
pada mata yg masih melengkungkan hujan
pagi sebentar lagi mungkin sedikit kupaksa lelap ini
semoga esok mataku menjadi tandus layaknya gurun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar