Dan kemudian kusadari telah
terbentang jarak antara kita
Benang merah yang kusemat di
kornea matamu telah terputus
Mungkin aku terlalu lelap disudut
kamarku
Sampai tak kusadari jejakmu
terhapus detik-detik kematian rasa
Seperti Detak jantung kian
melemah pada waktu yang terhenti
Kau terlalu jauh Bahkan samar wajahmu di seberang lautan sana
Kemana lagi arahmu harus kutuju
Kompas ini Seperti berputar tak
tentu arah tak mampu kubaca
Sepi ini semeriah pestaphoria
kemenangan kejuaraan kerajaan romawi
Tak kuharap kau pulang meski aku
masih dijendela yang sama
Sebab telah kunalarkan di sini
pun kau tiada
Pergi mu kerinduanku
Setidaknya…
Pamitlah…
agar kubuktikan pada fikiran
bahwa kau pernah di sampingku
pada setiap langkahan kaki
agar kudapati dirimu meski hanya
bayangan di otak kanan
pergilah pada tujuanmu meski
bukan senjaku yang kau tuju
biarlah waktu menapaki setiap
luka
sudah biasa kurasakan…bahkan jiwa
telah beku untuk sajak-sajak peluh
sebab nalarku telah mampu membujuk
jiwaku untuk lebih tenang
meski sepi terlalu
bising..
disudut malam
dalam detik menutup 21 ku…
Sartika Fathir Rahman…

Agen Judi Bola
BalasHapusAgen Judi Online
Agen Judi
Agen Bola
Agen Sbobet
Agen Bola Ibcbet
Agen Casino Online
Agen Terpercaya
Agen Judi Terpercaya