Laman

Senin, 21 November 2011

Di pelukan Sepi

Dan kemudian kusadari telah terbentang jarak antara kita
Benang merah yang kusemat di kornea matamu telah terputus
Mungkin aku terlalu lelap disudut kamarku
Sampai tak kusadari jejakmu terhapus detik-detik kematian rasa
Seperti Detak jantung kian melemah pada waktu yang terhenti
Kau terlalu jauh Bahkan samar wajahmu di seberang lautan sana
Kemana lagi arahmu harus kutuju
Kompas ini Seperti berputar tak tentu arah tak mampu kubaca
Sepi ini semeriah pestaphoria kemenangan kejuaraan kerajaan romawi
Tak kuharap kau pulang meski aku masih dijendela yang sama
Sebab telah kunalarkan di sini pun kau tiada
Pergi mu kerinduanku
Setidaknya…
Pamitlah…
agar kubuktikan pada fikiran
bahwa kau pernah di sampingku pada setiap langkahan kaki
agar kudapati dirimu meski hanya bayangan di otak kanan
pergilah pada tujuanmu meski bukan senjaku yang kau tuju
biarlah waktu menapaki setiap luka
sudah biasa kurasakan…bahkan jiwa telah beku untuk sajak-sajak peluh
sebab nalarku telah mampu membujuk jiwaku untuk lebih tenang
meski sepi terlalu bising..
disudut malam
dalam detik menutup 21 ku…
Sartika Fathir Rahman…

1 komentar: